
Morowali,liputan luwu news –
Menyikapi perkembangan berita tentang sampah di TPA, kepala Desa Baho Makmur Sutarni menganggap, lalu dengan sekarang jumlah masyarakat yang tinggal di bahu Makmur berkelipatan ratusan kali.

Awal jumlah masyarakat hanya sekitar 500 KK. Namun sekarang sudah mencapai 40.000 penduduk kotor.
Bisa lebih dan bisa kurang.
Itu bayangan awal yang dapat saya sampaikan kata Sutarni terkait dengan jumlah kapasitas sampah yang ada di TPA.
Mau Tidak mau dengan bertambahnya jumlah penduduk secara otomatis produksi Sampah juga berlipat-lipat ganda.
di samping itu juga dibutuhkan tenaga pengangkut termasuk di dalamnya Armada dan juga excavator.
di mana awal pendudukan jumlah masyarakat bahwa Makmur pada saat itu hanya berkisar sekitar 500 KK,
Tetapi belakangan ini jumlah masyarakat bertambah banyak sehingga mencapai 40.000 orang.
Secara otomatis peningkatan hasil sampah dari rumah penduduk maupun kos-kos juga meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat tadi.
Termasuk diantaranya kapasitas penampungan yang terbatas. Untuk lebih memaksimalkan pelayanan sampai ini memang sangat dibutuhkan kecukupan kelengkapan dan kesiapan tenaga dan kelengkapan.
Pengangkut sampah itu sendiri sehingga antara kapasitas penyimpanan di tempat pembuangan sampah harus sebanding dengan jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang tadinya jumlah masyarakat baho Makmur itu baru sekitar 500 KK .
tetapi dengan adanya perusahaan ini secara otomatis jumlah itu menjadi meningkat demikian keterangan singkat yang disampaikan oleh kepala Desa Baho Makmur Sutarni saat menerima kunjungan dari media ini di kantornya tadi siang.
Untuk mencukupi kebutuhan ini dia minta kepada perusahaan IMIP bisa membantu kekurangan alat dan tunjangan untuk pekerja pengangkut sampah.
